KELANA: Perjalanan Darat Dari Indonesia Sampai Ke Afrika

Coming Soon!

Untuk ikutan GIVEAWAY KELANA
cek Instagramku @terryselvy

TERRY SELVY

Hello, Assalamu’alaikum!

Nama saya Terry S. Y., lebih akrab dengan nama ‘Terry Selvy’. Saya bermarga/suku Gea, diambil dari marga Ayah. Saya seorang Yatim-Piatu yang berusaha mandiri. Saat kecil saya diasuh oleh nenek dari Ibu, hingga saya tamat Sekolah Dasar (SD) dan beliau wafat pada 2008. Memasuki usia remaja saya tinggal bersama kakak dan seorang Ayah yang luar biasa, sekaligus menggantikan peran Ibu di keluarga kecil kami, hingga beliau wafat, 21 Desember 2019.

Saya lahir dan dibesarkan di lingkungan nan indah akan keberagaman budaya dan elok akan alamnya, di Minangkabau. Tepatnya di Tanjung Basung II, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Indonesia-25586. Setelah mengijak usia dewasa, saya memilih melanjutkan pendidikan di bangku kuliah dan memutuskan untuk tinggal di sebuah kostan kecil di pusat kota.

Saya bangga menjadi orang Indonesia, yang suka travelling, kuliner, photograpy, membaca dan menulis. Saya suka traveling ke banyak tempat secara acak sendirian. Saya hobby membaca beberapa buku dari genre apa saja, asalkan menarik. Saya senang berpergian ketempat-tempat baru, mengagumi keindahan alamnya, mengamati budaya sekitar dan kearifan lokal, mempelajari sesuatu yang baru, membaur dan berkenalan dengan orang-orang baru yang memiliki budaya dan latar belakang yang berbeda, mengambil foto secara acak, mengabadikan momen indah sebagai kenangan dalam ingatan saya dan menuangkannya dalam bentuk tulisan.

Saya juga suka hiking ke puncak gunung, petualangan ke beberapa pulau, padang gurun, ikut roadtrip ke beberapa tempat, memburu aneka kuliner khas di tempat tersebut, atau hanya menikmati waktu sendirian, nongkrong di bar kopi maupun pinggir pantai, sambil menulis sembari ditemani secangkir kopi. Apa pun asalkan menyenangkan!

Tidak begitu beruntung, tidak banyak prestasi, tidak banyak hal menarik, tetapi saya cukup bersyukur dan menikmatinya. Mari berkenalan, menjadi teman, atau apapun itu. Jika ingin melihat lebih banyak tentang saya, silakan ke email terryselvy04@gmail.com, atau untuk mengikuti instagram @terryselvy dan terryselvy.com (lagi diperbaiki, silakan ke https://terryselvy.wordpress.com untuk sementara)

PEDULI GIZI ANAK MENUJU GENERASI EMAS 2045 OLEH YAICI-‘AISYIYAH SUMBAR

Selamat Hari Kesehatan Nasional 2019 Indonesia!

Hello, Assalamu’alaikum…
How was your day? Pada sehat-sehat, kan? Sehat dong. Nah, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Indonesia yang ke-55 dengan mengusung tema “Generasi Sehat, Indonesia Unggul” pada 12 November 2019 kemarin, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengsosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) kepada masyarakat Indonesia. Bertujuan untuk mengajak seluruh masyarakat agar memiliki budaya hidup sehat dan meninggalkan kebiasaan maupun perilaku yang kurang sehat.

Peringatan Hari Kesehatan Nasional kemarin dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik tentang kesehatan, mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah-daerah di seluruh Indonesia. Salah satu kegiatan yang sangat amat menjadi perhatian dan sorotan khusus adalah tentang edukasi gizi anak untuk mencapai kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan yang lebih sehat, produktif, mandiri, dan unggul. Berupa forum ilmiah dan talkshow. Yayasan Abhipraya Insan Cendikia Indonesia (YAICI) bekerja sama dengan Organisasi Perempuan Persyarikatan Muhammadiyah (‘AISYIYAH) mengadakan acara pada Selasa, 5 November 2019 kemarin dengan mengangkatkan tema “Peduli Gizi Anak Menuju Generasi Emas 2045” di Aula Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sumatera Barat.

Aku @terryselvy di acara Peduli Gizi Anak Menuju Generasi Emas 2045
Shoot by: Abang @AlizarTanjung

YAICI bersama AISYIYAH mengangkat acara ini dengan mendatangkan langsung stakholders yang terkait di bidang kesehatan se-Sumatera Barat. Mulai dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat (Ibu dr. Hj. Merry Yuliesday) sekaligus juga mewakili Gubernur Provinsi Sumatera Barat (Bapak Prof. Dr. Irwan Prayitno, P.Si., M.Sc.), Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sumatera Barat (Bapak Drs. Martin Suhendri M. Farm, Apt.), Wakil Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah (Ibu Dra. Noor Rochmah Pratiknya), dan Ketua Harian YAICI (Bapak Arif Hidayat, SE.MM.), serta beberapa Bapak/Ibu dari dinas kesehatan di daerah se-Provinsi Sumatera Barat, juga rekan-rekan mahasiswa Keperawatan dari Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIKES) Asiyiyah, Ibu-ibu pengurus PP ‘Aisyiyah dan YAICI, dan peserta umum.

Pada kesempatan ini, aku bersama rekan-rekan Blogger Padang mendapat undangan spesial dari YAICI dan Aisyiyah untuk menghadiri, ikut andil memeriahkan acara, dan ikut berpartisipasi aktif berbagi informasi serta mengajak teman-teman beserta masyarakat Indonesia (Masyarakat Sumatera Barat terkhususnya) melalui media sosial seperti sharing via story dan postingan di Instagram, live tweets selama acara atau update thread via Twitter, dan memposting artikel rangkuman acara di Blog, dan lainnya, dengan harapan masyarakat kita lebih aware akan kesehatan. Sebagai Nutritionist, tentunya aku sangat senang bisa ambil bagian ikut berperan, banyak sedikitnya, sesuai kapasitasku untuk berbagi informasi seputar edukasi kesehatan seperti ini.

Hal ini juga sebagai pengingat kita akan pentingnya kesehatan. Pengingat kita akan cita-cita mulia untuk mensejahterakan bangsa Indonesia dimulai dari memperhatikan kesehatan masyarakat, peduli akan gizi anak sebagai bagian dasar yang tidak terpisahkan. Tentunya hal ini membutuhkan dukungan dan kerja sama semua komponen bangsa, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, swasta, pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi dan praktisi harus ikut ambil bagian dan berperan serta dalam upaya pembangunan kesehatan, dengan lebih memprioritaskan promotif-preventif dan semakin menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) ini, tanpa mengabaikan kuratif-rehabilitatif, sebagai mana sesuai dengan tujuan HKN ke-55.

Berdasarkan pemaparan dan hasil studi lapangan yang di kemukakan oleh Ibu Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat pada acara kemarin, ternyata masih banyak masyarakat kita di daerah-daerah sana yang dalam kategori belum sepenuhnya memperhatikan aspek-aspek kesehatan, belum menerapkan pola hidup sehat, belum melek kecukupan gizi hingga terjadi malnutrisi yang akan menyebabkan tingginya angka stunting (pendek/kerdil), wasting (kurus), dan obesity (kelebihan berat badan). Serta kesalahan pola asuh anak dan berbagai aspek yang masih belum bisa dikatakan sehat lainnya, sehingga akan mempengaruhi kemajuan masa depan bangsa Indonesia.

YAICI memaparkan pada halaman www.yayasanabhipraya.or.id, berdasarkan data yang mereka dapat dari Dinas Kesehatan Sumatera Barat sepanjang tahun 2018 tercatat bahwa Sumatera Barat, merupakan salah satu Provinsi dengan prevalensi stunting tinggi, yaitu mencapai 30,8%. Terdapat 6.793 bayi usia di bawah dua tahun (baduta) bergizi buruk, 15.942 baduta bertubuh pendek (stunting), 6.685 bayi berbadan sangat kurus.  Tidak saja baduta, kondisi memprihatinkan juga terjadi pada anak di bawah lima tahun (balita). Sedikitnya, 28.898 anak terdata kurang gizi. Sebanyak 59.641 balita stunting, dan 19.667 orang berbadan sangat kurus. Jika ditotalkan, jumlah baduta dan balita mencapai 137.626 orang. Masing-masing, 35.691 orang kurang gizi. Lalu, 75.583 bayi mengidap stunting dan 26.352 bayi berbadan sangat kurus.

Aku cukup kaget setelah mengetahui data tersebut. Bagaimana bisa? Kok bisa? Masa iya, sih? Ini benaran data Sumatera Barat, kah? Seperti tidak percaya. Karena yang aku kira masyarat kita sudah sangat aware mengenai kesehatan. Ternyata aku keliru, yang aku lihat hanya di wilayah seputar kota Padang saja, belum menyeluruh hingga ke daerah-daerah sampai pelosok negeri ini. Tidak hanya masalah pendidikan ternyata yang belum merata, bahkan hal paling basic dari kebutuhan hidup manusia seperti kesehatanpun demikian.

Berdasarkan apa yang dipaparkan di acara Talkshow atau seminar kesehatan pada Roadshow ke-6 yang diangkatkan YAICI kemarin, dapat aku tangkap bahwa semua masalah tentang kesehatan tersebut terjadi di masyarakat disebabkan oleh banyak faktor. Tidak hanya karena kurang atau rendahnya pengetahuan, juga karena faktor ekonomi. Ibu Kepala Dinas Kesehatan kemarin menjelaskan bahwa setiap beliau kunjungan ke daerah-daerah dan mendapati kasus seperti stunting, malnutrisi, dan masalah kesehatan lainnya, yang pertama beliau cari tahu pasti latar belakang mereka. Bagaimana tingkat ekonomi mereka, tingkat pengetahuan mereka, dan hal-hal basic mereka seputar kesehatan di lingkungan masyarakat tersebut. Beliau mengatakan bahwa, setiap ada kasus demikian, biasanya tingkat ekonomi masyarakat tersebut masih rendah, juga pengetahuan seputar kesehatan yang masih belum diperhatikan dengan serius. Maka kata beliau ini PR kita semua untuk memperbaiki, mensosialisasikan dan mengedukasi agar masyarakat kita bisa lebih baik dibidang kesehatan, agar memajukan Indonesia kedepannya. Untuk masa emas generasi Indonesia 2045 mendatang, itu harus kita persiapkan dari sekarang, dari masa kehamilan, balita, hingga anak remaja sampai dewasa.

Tidak hanya membahas masalah gizi dan kesehatan secara garis besar, pada acara kemarin juga membahas yang lebih spesifik seperti membahas tentang SKM dan peruntukannya yang tepat, membahas tentang Pelabelan Produk makanan dan Bahaya Rokok bagi kesehatan. Ada yang manarik bagi saya, saat Ibu dr. Hj. Merry Yuliesday menegaskan dengan keras agar kami sebagai generasi muda untuk memperhatikan calon pasangan kami kelak. mereka haruslah orang-orang yang juga aware tentang kesehatan. Beliau meminta agar kami bisa berjanji untuk tidak merokok, dan /atau tidak memilih pasangan yang perokok juga tentunya. Belia juga sempat bertanya, siapa diantara kami yang masih merekok, dan meminta untuk segera menghentikan kebiasaan ini.

“Saya Tidak Akan Berpacaran/Menikah dengan Orang Perokok”

Begitulah kira-kira pesan beliau kepada kami. Alhamdulillah, aku tidak merokok dan semoga pasanganku kelak juga demikian. Janji ya!

Kalau pembahasan tentang SKM, ternyata masih banyak masyarakat kita yang menganggap Susu Kental Manis (SKM nama dulunya) yang sekarang sudah ganti disebut dengan Kental Manis saja ini sebagai Susu. Bahkan dipakai sebagai pengganti susu. Yang paling bikin kaget diberikan pada bayi sebelum usia 12 bulan layaknya ASI, bahkan sebagai sumber gizi utama untuk si kecil 😢 Diketahui kurangnya pemahaman masyarakat tentang penggunaan SKM yang tepat ini sudah berlangsung puluhan tahun. Sehingga sekarang Dinas Kesehatan bersama tenaga kesehatan Provinsi Sumatera Barat lagi gencar-gencarnya melakukan pelatihan dan edukasi tentang ini. Mengacu pada keseriusan mereka di bidang pembangunan kesehatan, sehingga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tahun lalu akhirnya mengeluarkan Perka No. 31 Tahun 2018 tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental.

#PanganSehat
#AwasiIklanSKM
#KentalManisTopping
#BijakPakaiSusuKentalManis
#KentalManisBukanMinuman
#larangpromosiminumanstunggalSKM

Gambar: KOMPAS.com

Trending di Twitter, Apa Bahaya Susu Kental Manis? (www.KOMPAS.com) Tagar #BijakPakaiSusuKentalManis masuk dalam deretan populer media sosial Twitter pada Selasa (5/11/2019)

Jangan khawatir, SKM masih bisa atau layak kita konsumsi, kok. Tapi sebagai mana fungsi seharusnya yaitu sebagai topping atau seagai pengganti gula pada olahan makanan, dessert, dan lain sejenisnya. Sekali lagi ingat, sebagai topping bukan sebagai susu. Lalu, sebagai salah satu sumber protein hewani dan sumber kalsium yang baik dan di sukai anak-anak, jenis-jenis susu apa saja yang bisa kita berikan? Ada air susu ibu (ASI), ini adalah sebaik-baiknya susu untuk bayi, ASI ini spesial tidak tergantikan karena mengandung kolostrum yang dibutuhkan bayi untuk antibodi. Ada Susu sapi segar. Ada susu UHT dan susu bubuk yang bisa kita jumpai dengan mudah dan kita beli. Ada susu kedelai atau susu dari ekstrak kacang-kacangan lainnya, diperuntukan bagi yang lactose intoletance. Juga ada susu fermentasi baik untuk kita seperti yakult, yogurt, dadih, dan sejenisnya. So, jangan memilih SKM lagi sebagai susu, karena sudah tau fakta seputarnya. Hehe.

Peruntukan SKM yang tepat adalah sebagai Topping, Creamer, pengganti gula (Pemanis), dan sejenisnya. Ingan, bukan pengganti susu.
Shoot by: Harian YAICI pada acara kemarin.

Baiklah, cukup sekian dulu #ceritaTERRY seputar acara kemarin, dan Selamat Hari Kesehatan Nasional ke-55 Indonesia! Semoga cita-cita Indonesia pada pembangunan di bidang kesehatan di tahun 2019 ini bisa terwujud dan menghasilkan generasi emas di tahun 2045 nantinya. Semoga kemajuan nyata Indonesia bisa kita rasakan bersama. Amin.

View this post on Instagram

SELAMAT HARI KESEHATAN NASIONAL 2019 _ Hello, Masyarakat SUMBAR! Dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional ke-55 dengan mengusung tema “Generasi Sehat, Indonesia Unggul” pada 12 November 2019 mendatang, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) kepada masyarakat Indonesia. Sejalan dengan Edukasi Gizi YAICI dan PP Aisyiyah yang mengadakan acara pada Selasa, 5 November 2019 kemarin dengan mengangkatkan tema "Peduli Gizi Anak Menuju Generasi Emas 2045" di Aula Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumbar. Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bekerja sama dengan Organisasi Perempuan Persyarikatan Muhammadiyah ('AISYIYAH) mengangkat acara ini dengan mendatangkan langsung stakholder yang terkait di bidang kesehatan di Sumbar. Mulai dari Kepala Dinas Kesehatan Prov. Sumbar (Ibu dr. Hj. Merry Yuliesday) sekaligus juga mewakili Gubernur Sumbar (Bapak Prof. Dr. Irwan Prayitno, P.Si., M.Sc.), Kepala Balai BPOM Prov. Sumatera Barat (Bapak Drs. Martin Suhendri M. Farm, Apt.), Wakil Majelis Kesehatan PP Aisyiyah (Ibu Dra. Noor Rochmah Pratiknya), dan Ketua Harian YAICI (Bapak Arif Hidayat, SE.MM.), serta beberapa ibu-ibu dari dinas kesehatan di daerah se-Provinsi Sumbar, juga teman-teman mahasiswa Akademik Keperawatan. Dalam hal ini, aku bersama rekan-rekan Blogger Padang mendapat undangan special dari YAICI dan Aisyiyah untuk ikut berpartisipasi aktif berbagi dan mengajak teman-teman melalui media sosial (Instagram, Twitter, Blog, etc.) dan seluruh masyarakat Sumbar untuk aware akan kesehatan. Karena berdasarkan pemaparan dan hasil studi lapangan yang di kemukakan oleh Ibu Kepala DinKes Sumbar kemarin, ternyata masih banyak masyarakat kita yang dalam kategori belum sepenuhnya memperhatikan aspek-aspek kesehatan, belum menerapkan pola hidup sehat, melek kecukupan gizi, tingginya angka stunting, dln. Apalagi contoh simple saja, masih banyak masyarakat kita menganggap SKM sebagai Susu, pengganti susu, dan sumber gizi untuk sikecil 😢 #PanganSehat #AwasiIklanSKM #KentalManisTopping #BijakPakaiSusuKentalManis #KentalManisBukanMinuman #larangpromosiminumanstunggalSKM _ SELENGKAPNYA 👇 www.terryselvy.wordpress.com _ Terry

A post shared by TERRY | Padang (@terryselvy) on

100th DANONE: AKU & AQUA (Danone Open Doors Factory Visit) AQUA Solok, Sumatera Barat, Indonesia

Happy 100th Danone!

Hello, Assalamu’alaikum…
How was your day?
Okay, sebelum membaca cerita aku bareng AQUA, ada baiknya teman-teman fokus dulu, ya. Well, kalau belum fokus, sana minum dulu #adaAQUA, loh? Hehe. So, let me tell you a story about ‘Aku & AQUA, Seharian Seru!’ dalam rangka memperingati Anniversary 100 tahun kiprah dan komitmen perusahaan multiInternasional Danone.

100 th DANONE: AKU & AQUA Seharian Seru! di depan Pabrik AQUA Solok, Sumatera Barat, Indonesia. Happy 100th DANONE!
In Frame: @terryselvy dan @AQUALestari
Shoot by: @imronsatya

Kesempatan Spesial Di 100th Danone
Pada tahun ini, Danone memperingati 100 tahun kiprah perusahaannya sebagai pionir di industri makanan dan minuman sehat di dunia. Danone juga hadir di Indonesia melalui dua kategori bisnisnya yaitu Water dan Specialized Nutrition. Aku bersama rekan-rekan Blogger dan Influencer se-kota Padang pada Jum’at, 1 November 2019 lalu, mendapat kesempatan special diundang oleh pihak Danone untuk ikut berpartisipasi pada Danone Open Doors Factory Visit langsung ke Pabrik Danone-AQUA Solok Selayang Pandang yang berlokasi di Jorong Kayu Aro, kanagarian Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Indonesia.

Sebagai selebrasi 100 tahun, Danone berbaik hati mengundang kami untuk hadir mengunjungi salah satu pabriknya. Untuk dapat melihat langsung ke pabrik mereka bagaimana proses produk diproduksi dan dikembangkan serta bertemu dengan pihak AQUA, mulai dari jajaran pimpinan hingga karyawan yang berdedikasi menghasilkan produk berkualitas tinggi kepada konsumen. Dalam kesempatan ini, mereka juga berbagi tentang berbagai upaya dan inisiatif mereka dalam berkontribusi meningkatkan kesehatan masyarakat dan lingkungan sebagai wujud komitmen Danone: One Planet, One Health.

AQUA Solok Selayang Pandang
Kabarnya pabrik Danone-AQUA di Solok ini merupakan pabrik yang ke-17 yang didirikan oleh PT. Tirta Investama (AQUA) di Indonesia, menempati lahan seluas 9,23 heltar. Kala itu, pada 20 juni 2013 sebagai hari peresmian pabrik AQUA Solok bertepatan dengan 40th AQUA hadir di Indonesia di sejak tahun 1973. Berarti pada 100 tahun DANONE Global di 2019 tahun ini, sudah lebih dari 6 tahun AQUA Solok hadir, berkomitmen, dan berkontribusi penuh dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Sumatera Barat, Riau, Jambi untuk mengonsumsi air minum yang sehat dan berkualitas dan juga memberikan perhatian tanpa henti terhadap kelestarian lingkungan di sekitarnya. Terima kasih, AQUA!

Sesuai dengan prinsip dasar AQUA Lestari:
1. AQUA berkontribusi dalam melindungi sumber daya air secara menyeluruh dengan mengembalikan lebih dari 100% air yang dimanfaatkan (positive water balance) ke dalam ekosistem pada tahun 2030, menggunakan air secara bertanggung jawab  dan meningkatkan akses air bersih untuk masyarakat.
2. AQUA memerangi perubahan iklim dengan mengurangi jejak karbon serta meminimalisir pelepasan karbon ke udara menuju karbon netral (zero nett carbon) pada tahun 2050.
3. AQUA akan mengumpulkan sampah kemasan plastik lebih dari yang diproduksi pada tahun 2030, menciptakan siklus hidup baru untuk seluruh kemasan plastik, serta menuju kemasan yang 100% dapat didaur ulang.
4. AQUA selalu berusaha untuk berinovasi dalam mengatasi tantangan transportasi secara berkelanjutan.
(Sumber: AQUA Lestari)

Awal Kenalan Aku & Danone-AQUA
Long-short story, sebut saja aku sebagai manusia nokturnal aka sering kali begadang. Entah itu karena tuntutan kesibukan, deadline pekerjaan or emang bad habit sulit tidur hampir setiap malamnya. Maka, konsumsi minum air putih yang mencukupi adalah sebuah kewajiban dan kunci agar aku tetap fit. Apalagi aktivitas ekstra di malam hari. AQUA, seringkali jadi teman setia. Karena sedari dulu, aku selalu percaya AQUA tak terbantahkan sebagai yang terbaik kualitasnya. Entah itu yang botol hingga gallon.

Apalagi sewaktu aku lama menetap tinggal di luar kota Padang, seperti di Jogja dan di Batam pada beberapa tahun lalu. Aku memilih setia pada AQUA dan tidak berani lagi beralih kelain hati. Eh, gimane? AQUA Gallon adalah pilihan satu-satunya yang aku konsumsi. Karena gallon merek AQUA ini cocok denganku, yang tidak menimbulkan efek rasa begah atau seperti asam lambung mau naik. Bukan hanya aku. Kakakku dan teman-teman beliau sedari 4 tahun lalu di Batam, pun demikian. Aku juga tidak begitu paham mengapa demikian (kalau ada yang bisa menjelaskan, feel free buat kita diskusikan pada kolom komentar di bawah, ya!) 🤔 Aku rasa entah itu pH atau ada spesifikasi tertentu yang baik dan tepat yang dimiliki produk AQUA ini sehingga cocok denganku, juga memiliki rasa yang berbeda dengan produk air putih lainnya. Coba saja bedakan!

Nah, ngomongin AQUA yang selalu jadi merek minuman air putih favoritku ini. Kemarin Jumat, 1 November 2019, aku mendapatkan kesempatan langsung untuk menjadi salah satu tamu pada #DanoneOpenDoors #DanoneOpendoorsIndonesia Factory Visit ke Danone-AQUA Solok dalam rangka perayaan 100 tahun Danone global. Wow, sudah 100 tahun, guys! Betapa excitednya aku, saat mendapat undangan dan mengetahui hal ini. Pun karena akan melihat langsung proses produksinya di pabrik dan juga tentunya bakal mendapati banyak ilmu pengetahuan baru, atau minimal aku tau segimana-gimana saja yang terjadi dari hulu pabrik sana hingga menghasilkan air minum AQUA yang berkualitas terjaga sampai ke konsumen. Seenggaknya dapat teman baru. Karena yang visit ada beberapa dari kalangan Blogger, Influencer, juga rekan media dan perwakilan dari Danone pusat (ada Mbak Chika dan Mas Lukman). Asyik, selain dapat pengalaman baru, informasi baru, kenalan juga dapat teman baru.

Foto bersama pada DANONE OPEN DOORS FACTORY VISIT ke Danone-AQUA Solok bareng rekan Blogger dan Influencer se-kota Padang dan pihak AQUA Solok.
In Frame: Teman-teman Blogger, Influencer, pihak AQUA, dan @terryselvy serta @AQUALestari
Shoot by: Bapak (Maaf, aku lupa namanya) with Camera @bayubaystory

1 November 2019 di Meeting Point, Padang
Pagi itu (07.00 WIB), Aku bersama rekan-rekan Bloggers Padang (Bang Ubay, Bang Aul, Bang Alizar, Kak Awin, Kak Yonie, Kak Rere, dan Abang Redha yang langsung otw menunggu di Solok) dan rekan-rekan Influencers Padang (Bang Imron, Bang Adipati, Bang Ed, Bang Firdaus, Bang Tulus). Kompak dengan dress code serba biru, kita ngumpul di satu titik kesepakatan di kota Padang sebelum menuju pabrik di kota Solok. Tujuannya untuk sarapan sembari Briefing pra-visit bareng pihak utusan Danone Pusat (Mbak Chika dan Mas Lukman). Perjalaan dari Padang- Solok menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam, menggunakan mini Bus berwarna biru juga tentunya, sebagai ciri khas warna AQUA.

So, guys! Bagaimana keseruannya? Mari baca blog ini sampai selesai, ya. Happy reading 🙂

Welcome di Pabrik AQUA Solok
AQUA SOLOK, tulisan ini terlihat mencolok, alami dari tanaman hias, berwarna kontras hijau rumput, dan tampak menonjol menarik perhatian mata siapa saja yang baru datang mengunjungi pabrik ini. Tanpa terkecuali aku, yang notabene baru kali ini datang mengunjungi pabrik Danone-AQUA di Solok ini. Tampak apik dengan lingkungan pabrik yang asri. Bertolak belakang dengan pemikiran kita sejauh ini, bahwa kalau mendengar kata pabrik identik dengan gersang, panas, dan beton. Tetapi di pabrik AQUA Solok, tidak demikian. Saat memasuki area sedari pagar masuk sampai pintupabrik, kiri-kanan tampak hijau.

Saat setelah istirahat makan siang, Bapak (yang aku lupa namanya) dari pihak AQUA Solok sempat menegurku sebari nyeletuk “Sejuk ya, Mbak. Beginilah di sini sehari-hari. Enggak berasa di pabrik. Apalagi kalau pagi-pagi, ada kabut embunnya di sana itu, blablabla…” Papar beliau bangga menjelaskan sembari menunjuk ke arah depan pabrik, tepat ke arah kami berdiri memandang. Aku pun mengangguk sembari mengikuti arah tunjuk beliau, dan benar saja… Selain udara di sini yang terasa sejuk, lingkungan asri yang hijau, juga pemandangan yang bagus banget. Obrolan kami pun berlanjut bareng sebentar, sebelum akhirnya beliau pamit padaku, katanya beliau mau melanjutkan kegiatan di dalam ruangan.

Oh iya, terlena dengan apiknya penampakan luar pabrik. Aku sampai lupa menjelaskan ngapain saja kami pas baru sampai di sini. Hehe. Baiklah, pas baru sampai di pabrik AQUA, rombongan kami langsung disambut pihak pabrik dan diarahkan ke rungan tempat Safety Briefing aka sejenis Aula pertemuan gitu. Ada siapa saja? Look at Pic, ya.

Ternyata tamu AQUA hari ini tidak hanya kami (Blogger dan Influencer Padang). Akan tetapi, sudah menunggu juga rekan-rekan dari berbagai awak media yang ada di Sumatera Barat. Wow, aku kaget dong. Beberapa orang diantara mereka sudah tidak asing lagi bagiku. Hehe. Masuk ruangan, perkenalan diri, sepatah dua patah kata sambutan dari pihak AQUA Solok. Berlanjut ke Safety Briefing bersama Bapak Satpam Pabrik. Paparan profil pabrik Danone-AQUA Solok. Perkenalan para petinggi yang mengepalai pabrik, sampai ke subbagiannya. Pemaparan konstribusi dan peran keikut sertaan AQUA Solok selama beberapa tahun belakangan ini dalam hal pengelolaan lingkungan melalui berbagai program unggulan, sampai kepelatihan, CSR, hingga sekolah lapangan (SL), serta berbagai bentuk kepedulian AQUA terhadap lingkungan. Berakhir dengan pemutaran video 100 tahun Danone dan sesi tanya-jawab.

Ada yang menarik dari sesi tanya-jawab ini. Terutama pada inovasi AQUA. Di mana pada botol plastik produk AQUA yang sekarang beredar di masyarakat:
Tutup botol lebih kecil (sofmax), printing label platik lebih kecil, 65% recycled di dalam botol AQUA. Juga telah diluncurkannya inovasi kemasan botol 100% Recycled Plastic (baru area Bali, soon… seluruh Indonesia). Juga ada demo kaos hasil recycled dari 8 botol AQUA. Ternyata botol AQUA dapat di daur ulang menjadi bermacam produk, seperti kaos, tali sepatu, totebag, dln.

Untuk keterangan lebih jelas, baca di AQUA 100% Recycled, dan/atau silakan tonton video di bawah, ya!

Proses Pembuatan AQUA 100% Recycled Plastic
oleh: AQUA Lestari

Aku & AQUA Sehari Seru di Pabrik AQUA Solok
Finally, yang ditunggu-tunggu dan bagian paling seru dari sebuah kunjungan ke Pabrik adalah memasuki area pabrik. Selesai rangkaian pemaparan dan safety briefing pada sesi di atas, tibalah saatnya persiapan untuk memasuki area dalam pabrik. Sebelum itu, kami diarahkan untuk membentuk kelompok. Di mana 1 kelompok terdiri dari 10 orang random, didampingi 1 orang dari pihak pabri AQUA Solok. Tour dilakukan perkelompok dan berurutan teratur. Tour pertama yaitu memasuki ‘Area Produksi‘, tempat roduksi seperti packaging dan penyortiran dari produk AQUA yang dilakukan serba bantuan mesin yang tetap di awasi ketat oleh karyawan pabrik yang bertugas perbidangnya.

Untuk mengintip seberapa seru kegiatan AKU & AQUA seharian kemarin, sedari di Area Produksi sampai ke Secret Area. Silakan tonton video di bawah, ya!

Happy 100th Danone: AKU & AQUA pada Danone Open Doors
di AQUA Solok, Sumatera Barat, Indonesia
oleh: @terryselvy

Dokumentasi Aku & AQUA di dalam Area Produksi
(Maaf, dokumentasi di Secret Area tidak disertakan!)

Area Penggallonan (Hygiene Mindset Development)

ISOMA: Istirahat, Makan Siang, dan Sholat Jumat

Kunjungan ke KWT Bougenfil (Binaan Danone-AQUA)

Keseruan Plant Tour ke Kebun Strawberry Organik

Beberapa Slide tentang Komitmen AQUA Solok
(Silahkan Swipe Left Slide-Slide di bawah ini, ya!)

Well… segitu dulu, ya, ceritaku seputar AKU & AQUA Seharian Seru di Danone Open Doors Factory Visit ke Danone-AQUA Solok pada 100 tahun Danone, kemarin. Terima kasih Danone dan AQUA Solok.

So, HAPPY 100th DANONE!

Yuk, intip juga cerita “Keseruan Aku & AQUA” lainnya, mari kunjungi:
Channel Youtube: Terry Selvy
Hinghlight Instagram: @terryselvy
Thread di Twitter: @terryselvy

View this post on Instagram

HAPPY 100th DANONE DANONE OPEN DOORS FACTORY VISIT at Danone-AQUA Solok, Sumatera Barat, Indonesia 🇮🇩 _ Sebut saja aku sebagai manusia nokturnal aka sering kali begadang, entah karena tuntutan kesibukan atau sulit tidur hampir setiap malamnya, maka konsumsi air putih yang mencukupi adalah sebuah kewajiban. Apalagi aktivitas ekstra di malam hari. Aqua, seringkali jadi teman setia. Karena sedari dulu, aku selalu percaya Aqua tak terbantahkan sebagai yang terbaik kualitasnya. Entah itu yang botol hingga galon. Apalagi sewaktu aku lama menetap tinggal di luar kota Padang, seperti di Jogja dan di Batam pada beberapa tahun lalu. Aku memilih setia pada Aqua dan tidak berani lagi beralih kelain hati. Eh, gimane? Galon Aqua adalah pilihan satu-satunya yang aku konsumsi. Karena galon merk Aqua ini cocok denganku, yang tidak menimbulkan efek rasa begah atau seperti asam lambung mau naik. Aku juga tidak begitu paham mengapa demikian🤔 Aku rasa entah itu pH atau ada spesifikasi tertentu yang baik dan tepat yang dimiliki produk ini sehingga cocok denganku. Pun memiliki rasa yang berbeda dengan produk air putih lainnya. Coba saja bedakan! Nah, ngomongin Aqua yang selalu jadi merk air putih favoritku ini. Kemarin Jumat, 1 November 2019, aku mendapatkan kesempatan langsung untuk menjadi salah satu tamu pada #DanoneOpenDoors #DanoneOpendoorsIndonesia Factory Visit ke Danone-AQUA Solok dalam rangka perayaan 100 tahun Danone global. Wow, sudah 100 tahun, guys! Betapa excitednya aku, saat mendapat undangan dan mengetahui hal ini. Pun karena akan melihat langsung proses produksinya di pabrik dan juga tentunya bakal mendapati banyak ilmu pengetahuan baru, atau minimal aku tau segimana-gimana saja yang terjadi dari hulu pabrik sana hingga menghasilkan Aqua yang berkualitas terjaga sampai ke konsumen seperti aku. Seenggaknya dapat teman baru. Yang visit ada beberapa dari kalangan Blogger, Influencer, juga rekan media dan perwakilan dari Danone pusat. BTW, pada kunjungan kemarin, ada beberapa kegiatan menarik, bikin aku antusias. Selain melihat langsung proses produksi Aqua yang apik di pabrik, juga mengetahui dukungan untuk #BijakBerplastik @aqualestari 💕 _ HAPPY 100th DANONE!

A post shared by TERRY | Padang (@terryselvy) on

My Diary: Pameran Bersama “Karya Gak Tau Batas”

Jumat, 26 Oktober 2018
Diary @terryselvy

I have a story to tell you!

Hari ini______Jumat, 26 Oktober 2018. Pukul 16.20 WIB. Aku menunggu untuk dimulainya suatu acara. Yang mana, aku baca informasi jadwal di bagian bawah pada selebaran foto yang di upload oleh official akun penyelenggaranya, tertulis “26 Oktober 2018 ‘enter’ 15.00-Selesai“. Akan tetapi, saat aku tiba dan mendatangi meja registrasi, lembaran peserta masih kosong. Kata mbak yang ada di belakang meja “Acaranya belum dimulai kak, blabla…” dan panitianya pada masih briafing duduk di luar. Acaranya molor atau acaranya emang diundur (pikirku). It’s Okay, fine, gapapa. Hehe.

Tidak ambil pusing. Toh, aku datang karena keinginanku sendiri. Karena tertarik dan penasaran. Jarang banget ada acara beginian di kota Padang. Dulu aku pernah beberapa kali melihat pameran atau pameran photography tapi di luar Sumatera Barat, seperti di Jogja, Bandung dan Jakarta.

Hm, Siapa aku? Aku juga bukan bagian dari peserta pameran, bahkan tidak punya karya. Eits. Hanya orang asing yang memiliki waktu luang lebih, ingin tau, tertarik, lalu ingin belajar meskipun tidak begitu tau (Eh malah #curhat. Lupakan!). Akhirnya, aku memilih menunggu dengan duduk di sebuah meja cafe yang cukup strategis karena terletak di tengah-tengah perlintasan pintu masuk dan dapat di amati dari segala arah. Tujuannya tidak lain tidak bukan, jika acara dimulai aku dapat dengan cepat mengetahuinya.

Red Velvet Cake Rp.12.000,- dan Hot Cafe Latte Rp.21.000,-
oleh: @terryselvy

Bosan menunggu. Aku memilih menyibukkan diri dengan mengetik story ini di Note ponsel-ku (kebiasaan lamaku yang hobby bercerita via tulisan lalu disimpan di note ponsel). Nah, aku melakukannya sambil menikmati sepotong cake ‘Red Velvet seharga Rp.12.000,- dan secangkir ‘Hot Cafe Latte’ seharga Rp.21.000,- sembari membaca sebuah buku santai ‘Walking After You.’ Sesekali aku berbincang random ‘Horror’ bersama seorang teman baik (N.H) yang juga datang untuk tujuan yang sama denganku.

Setelah beberapa hari sebelumnya, aku mengetahui akan diadakanya sebuah pameran photography, yang akan menampilkan foto-foto ciamik dari hasil karya para photographer yang telah men-submit karya-karyanya. Memenuhi syarat hingga lulus sebagai bentuk keikut sertaan dan berpartisipasi dalam acara “Pameran Bersama Karya Fotografi” dengan tema “2018 rewind” untuk para penggiat photography oleh @1000sumbart di @kubikkoffie.

Kongkow bareng teman KSE

TERRY ITU PENDIAM, YA?

After girl’s day out beberapa hari yang lalu. Sebut saja itu sebagai ajang temu kangen setelah lebih dari semingguan penuh tidak jumpa. Aku dengan perempuan satu-satunya yang kusebut cabat itu. Sekalian berbelanja kebutuhan bulanan kita-kita. Karena sudah masuk awal bulan kala itu. Sebagai anak kost yang menjunjung tinggi prinsip hidup hemat. Maka, kita memilih membeli kebutuhan harian di supermarket (like Suzuya). Biasanya mereka rajin ada diskonan atau potongan harga yang jauh lebih murah meriah ketimbang beli di minimarket atau warung-warung depan kost. Juga sekalian makan siang di luar bareng, berdiskusi ringan, dan bertukar cerita seru, atau sekadar mengisi kekosongan hari itu.

Sedari siang sampai sore, kami barengan. Tetapi, kami tidak pernah bosan sama sekali. Bagaimana bisa? Iya, begitulah kami. Hoho. Mungkin aku saja, sih. Kalau dia? Entahlah. Semoga juga tidak. Pun malamnya, aku di ajak temanku ini untuk gabung ikut ngumpul bareng teman-teman sekre KSE UNAND. Tentu saja aku manut. Bagaimana bisa menolak, aku adalah orang paling penasaran dan tertarik untuk mengenal orang-orang baru dari lingkungan berbeda, apalagi dari lingkungan temanku ini. Pastilah orang-orang baik lagi asyik, mereka-mereka dong.

Kami ke sekre dulu sehabis magrib, sebelum dilanjutkan abis isya nya buat ikut gabung nongkrong di sebuah kedai kopi tepatnya di sebelah kostku. Tidak begitu jauh untuk aku pulang jika kemaleman nantinya. Karena mereka tujuannya ngopi bareng buat berdiskusi santai, pun mereka tidak keberatan ada aku yang notabene orang luar. Mereka asyik. Tapi, aku saja yang belum bisa langsung membaur malam itu. Maklum karena baru pertama bareng mereka. Mungkin kalau sudah akrab dan terbiasa, bisa lebih gila. Wk.

Esoknya. “Temanmu, si’Terry itu pendiam, ya?” Kurang lebih, sekiranya, begitulah, atau seperti itu adanya… pendapat mereka tentang aku. Ah, masa? kataku menanggapi aduan teman baikku esok harinya.

Ya, aku tidak begitu kaget. Aku akui, ini bukan kali pertama aku mendengar pendapat ‘itu’ tentangku. “Terry si Pendiam” mungkin, itulah kesan pertama bagi sebagian besar mereka, orang-orang (like stranger) yang untuk pertama kali nongkrong atau sekedar bertemu langsung dengan aku di luar.

Aku, menurutmu? Piye

OPENING CEREMONY ❝Haku CoffeeShop❞

Happy Satnight, everyone!
[12/10/2019] Selamat! @hakucoffeeshop by @ragil.ag13

Aku bareng teman-teman ngopiku dan juga tentunya bareng sang owner @hakucoffeeshop Bang @ragil.ag13
oleh: @terryselvy

This is my friends and I start at 11 pm – 2 am somewhere so… who wants to join in for a cup of coffee? What instantly drew me to this coffee shop (aside from the fact that they serve grand opening) are the warmth details on this coffee shop.

Congrats ☕ 👏 🍻 Cheers to opening ceremony, sukses Haru!

Semalam, pas opening @hakucoffeeshop dua orang teman ngopiku dan aku (kami) minta maaf, telat mampir karena aku ada janji ketemu stranger terlebih dahulu dan teman yang ngajakin kami baru balik kerja, juga, pada jam 10 malam. Sementara teman kami satu lagi kabur aka meng-undur janjinya dengan gang dia yang lagi nongkrong di tempat lain. So ya, kami datangnya kemalaman dan terbatas waktu untuk berbagi cerita seru sang Haku ini tidak sampai selesai. Hehe.

Btw, semalam itu, sang owner @ragil.ag13 sempat memaparkan bahwa, penama @hakucoffeeshop dengan kata dasarHaku yang berasal dari bahasa Japan, yang berarti Hembusan.❞ Aku tidak begitu paham, atas dasar apa, mengapa, dan bagaimana… sehingga beliau akhirnya menamai coffee shop ini dengan nama Haku Coffee Shop tersebut. Tidak aku kulik lebih dalam. Karena obrolan kami berlanjut ke topik berikutnya. Topik demi topik bergulir begitu saja. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Sudah lebih 30 menit ngobrol bersama sang Owner ramah nan hangat ini. Sejalan dengan alunan lagu galau akustik atau sebut saja live music yang terdengar semakin nyaring menemani opening di malam minggu ini hingga larut malam. Kalau berdasarkan menuturan sang owner, sih, hingga dini hari 3 am.

Penampakan teras bagian depan Haku Coffee Shop saat Opening ditemani Live Musik (Akustik)
oleh: @terryselvy

Apalagi di temani secangkir kopi, beberapa potong chocho cookies, dua piring roti bakar coklat ber-topping ice cream, dan tentunya ditemani dan bercakap langsung bareng sang owner yang luar biasa ramah. Aku dan teman-temanku, kami malam itu, dapat memetik beberapa hal menarik dari obrolan ang lebih ke bertukar cerita tersebut. Sampai-sampai, salah satu dari kawanku yang kebetulan tertarik tentang kopi, mencatat beberapa poin dari obrolan random ini. Di akhir, kami mendapat wejangan berupa pesan pegangan dari sang empunya. Terima kasih ya, bang!

Namun, saat meng-upload foto malam ini, aku kembali teringat dengan kata ❝Haku❞ dan asal kata dari bahasa ❝Japan.❞ Hm. Aku malah teringat dengan Haku Japanese Vodka, semoga sensei-ku tidak marah. Ada-ada saja. Haha. Ternyata kata haku yang dimaksud di sini sebatas adalah ‘Hembusan’. Ah, mungkin tidak hanya sebatas, mungkin bisa jadi lebih dari itu. Dan, harapan sang owner pada @hakucoffeeshop ini selayaknya ‘Rumah’ bagi penikmatnya.

Yuk ke @hakucoffeeshop by @ragil.ag13
oleh: @terryselvy

Gimana? Sudah rindu pulang, belum?
Yuk, nyeduh kopi dulu di rumah…

Selamat Istirahat. Have A Great Night! Nanti kita cerita lagi…
____________________________________________
Okay. Sampai ketemu di kumpulan Cerita Terry (@terryselvy) dan secangkir kopi berikutnya…
Bye bye, Coffee Lovers!

Part-6 : Untuk Kamu Yang Selalu Mengalahkan Logikaku

[POV Q: Cwo]

Teruntuk kamu yang selalu mengalahkan logikaku.
Mungkin kau akan bertanya, kenapa aku menulis ini semua?
Setelah kau tak kuharapkan untuk kembali.
Entahlah...

Aku tak mengerti mengapa aku suka menulis semua hal tentangmu.
Aku tak pernah tau, bahwa mencintaimu akan se-sakit ini.

Seperti layaknya di medan perang.
Aku adalah pasukan yang siap mati untuk memperjuangkanmu.
Sedangkan dirimu, hanya menungu untuk aku perjuangkan.

Apakah resiko mencintaimu memang sesakit ini?
Aku berharap tidak pernah merindukanmu, walau hanya semalam.
Tapi ternyata, malam lain menyaksikan betapa besar pegaruhmu dalam hidupku.
Betapa besar perasaanku tertuju padamu.

Aku sadar, bahwa memaafkan tidak berarti aku harus bersamamu.
Orang bilang, padamkan dulu apinya jangan mencari penyebabnya.
Tapi entahlah, aku selalu lupa.
Atau memang aku sudah terbakar.

Oh ya, kamu pasti ingat saat aku pertama kali memanggil namamu.
Tanpa kau tau, namamu menjadi list terbaik dalam doaku.
Masih ingat kah, saat pertama kali kau menyebut namaku?
Kala itu, aku sedang pertandingan basket.

Aku selalu percaya, cara tuhan mempetemukan kita bukan sekadar kebetulan.
Walaupun kala itu, kau sangat amat membenciku.
Bolaku melesat dan hampir mengenai kepalamu.

Kau tau, aku hampir tidak peduli akan pertandingan itu.
Aku hanya takut, aku akan kalah di depanmu.
Aku kalah sebelum aku berusaha memenangkan hatimu.

Waktu itu kau pernah bertanya padaku.
Mengapa aku begitu mengagumi senja?
Aku jawab saja, kalau aku merasa tenang.
Kau bertanya lagi, tenang seperti apa yang aku dapatkan dari senja?
Aku jawab saja, ketenangan seperti halnya aku berada di sampingmu seperti sekarang ini.

Aku berharap seperti ombak.
Kau bertanya, mengapa?
Kujawab, ombak itu selalu bergulung di tengah laut.
Namun, tidak pernah lupa untuk kembali ke pantai.

Tapi aku ingat, kau pernah bilang:
Jatuh hati pada senja itu sekaligus patah hati.
Karena ia hadir, namun sudah diatur untuk pergi.

Kau sosok yang sangat sulit ku tebak.
Tapi waktu telah membawa cintamu pergi.
Maih ingatkah kamu, kita sudalh lama tidak berjumpa.
Dan, selama itu aku selalu merindukanmu.

Drama Queen – Noerow ^^
Bersambung… Next!

I Tell The Truth Through My Story